a. TujuanSetelah mempelajari uraian kompetensi dasar ini, anda dapat:
Menjelaskan pengertian dan kegunaan statistika
Membedakan pengertian populasi dan sampel
Menyebutkan macam-macam data dan memberi contohnya
b. Uraian Materi
1). Pengertian dan Kegunaan Statistika
Statistika banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pernyataan-pernyataan
seperti: pada bulan maret tahun 2006 terjadi kecelakaan di jalan tol Jagorawi
sebanyak 15 kali, dengan korban meninggal dunia sebanyak 6 orang dan lainnya luka luka. Ada sekitar 20 % usia produktif penduduk Indonesia menganggur, setiap 20 detik
sebuah perusahaan sepeda motor menghasilkan satu produk dan sebagainya, yang
sering kita dengar, baik dari media elektronik maupun dari media cetak. Instansi
terkait menggunakan statistika untuk menilai progress dari perusahaannya dimasa lalu
dan juga dapat membuat rencana untuk masa yang akan datang.
Demikian pentingnya peranan statistika dalam kehidupan ini, baik dalam kegiatan
pemerintahan, perusahaan maupun dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita juga
perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan statistika tersebut.
Untuk keperluan praktis statistika dapat diartikan sebagai berikut:
a. Dalam arti sempit, statistika berarti statistik yang berarti sekumpulan data.
Misalnya statistik tentang penduduk, yang dimaksudkan adalah data atau
keterangan berbentuk angka ringkasan mengenai penduduk (jumlahnya, rata-rata
umur, distribusinya, jumlah balita, jumlah angkatan kerja, jumlah usia sekolah,
distribusi pekerjaan dan sebagainya).
b. Dalam arti luas, statistika berarti pengetahuan yang berhubungan dengan
pengumpulan data , penyajian data , pengolahan data, penarikan kesimpulan dan
pengambilan keputusan secara logis dan rasional tentang data tersebut.
Karena begitu panjang kegiatan dalam ilmu statistika tersebut, maka dalam
pembahasannya Statistika dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Statistika Deskriptif/Deduktif adalah statistika yang kegiatannya dimulai dari
pengumpulan sampai pada analisis data yang paling sederhana, bersifat memberi
gambaran suatu data apa adanya dan meringkas data agar mudah dibaca.
b. Statistika Inferensial/Induktif adalah statistika yang kegiatannya dimulai dari
pengumpulan data sampai pada pengambilan kesimpulan secara logis dan
rasional. Statistika ini dilakukan untuk menentukan kebijakan atau penelitian.
Kegunaan Statistika secara umum antara lain sebagai berikut:
Memberikan cara mencatat data secara sistematis.
Memberi petunjuk pada penelitian supaya berpola pikir dan bekerja secara pasti
dan mantap.
Dapat meringkas data dalam bentuk yang mudah dianalisis.
Alat untuk memprediksi secara ilmiah dari suatu kejadian yang akan datang.
Dapat menyelesaikan suatu gejala sebab akibat yang rumit.
Seorang pemimpin perusahaan mengambil manfaat dari statistika untuk melakukan
tindakan-tindakan yang perlu dalam menjalankan tugasnya, diantaranya: perlukah
mengangkat pegawai baru, sudah waktunyakah untuk merevitalisasi mesin-mesin yang
ada, bermanfaatkah jika pegawai yang ada ditraining, berapa banyak produk yang
diproduksi dan yang dapat diserap oleh pasar, berapa barang harus diproduksi pada
tahun yang akan datang guna memenuhi kebutuhan konsumennya dan sebagainya.
Jika dikaitkan dengan masalah manajemen, statistika dapat dipergunakan sebagai
berikut:
a. Dasar suatu perencanaan, agar perencanaan sesuai dengan kemampuan yang
ada, sehingga dapat menghindari perencanaan yang ambisius yang menyebabkan
tidak mudah untuk dilaksanakan.
b. Alat pengendali terhadap pelaksanaan atau implementasi perencanaan sehingga
dapat diketahui sesegera mungkin terhadap kesalahan atau penyimpangan yang
terjadi dan dapat segera diperbaiki atau dikoreksi.
c. Dasar evaluasi hasil kerja akhir. Apakah hasil kerja yang telah ditargetkan dapat
tercapai sesuai dengan rencana? Berapa persenkah ketercapaiannya? Hambatanhambatan
apa yang muncul dalam pelaksanaan rencana tersebut?
2). Data Statistika
Data adalah sekumpulan keterangan yang dapat menjelaskan sesuatu hal. Tidak
mungkin ada kegiatan statistika tanpa adanya data. Data tidak memiliki arti yang
signifikan tanpa adanya kegiatan statistika. Oleh karena itu pada kegiatan statistika
mulai dari pengumpulan data sampai pada pengambilan kesimpulan secara logis dan
rasional membutuhkan data yang baik.
Syarat-syarat data yang baik, yang dapat menganalisis untuk mendapatkan kesimpulan
yang valid, adalah sebagai berikut:
Data harus objektif, yaitu data harus apa adanya dan tidak adanya rekayasa.
Data harus representatif, yaitu data harus dapat mewakili dari keseluruhan objek
pengamatan.
Data harus reliabel, yaitu data yang memiliki kesalahan baku relatif kecil, sehingga
jika membuat suatu perkiraan selisih antara perkiraan dengan sebenarnya sangat
kecil.
Data harus relevan, yaitu data harus sesuai dengan penelitian yang dikehendaki.
Data harus uptodate, yaitu data yang digunakan harus data terbaru/terkini.
Sebelum pengumpulan data, seorang peneliti harus menentukan dahulu apakah data
dalam bentuk populasi, yaitu keseluruhan data yang akan diteliti, atau data dalam
bentuk sampel. Hal ini tergantung dari maksud dan tujuan dari penelitian tersebut.
Untuk keperluan praktis, pengumpulan data biasanya dilakukan dengan cara
pengambilan sebagian dari populasi yang dikenal dengan sampel. Sampling adalah
cara pengumpulan data. Data yang diperoleh hasil sampling merupakan data perkiraan
(estimate value). Jadi, misalnya dari 200 SMK di DKI Jakarta akan diteliti hanya 20
sekolah yang sama, maka hasil penelitian terhadap 20 sekolah tersebut merupakan
suatu perkiraan.
Untuk keperluan penelitian yang variatif, dibutuhkan juga data yang variatif sehingga
dapat menunjang dari hasil penelitian tersebut. Untuk itu data dibedakan beberapa
macam antara lain:
Data menurut penyajiannya, terbagi menjadi:
o Data tunggal, yaitu data yang disajikan satu per satu.
o Data kelompok, yaitu data yang disajikan berdasarkan interval tertentu
(dikelompok-kelompokkan)
Data berdasarkan pengukurannya, terbagi menjadi:
o Data diskrit, yaitu data yang diperoleh dari hasil menghitung, misalkan
jumlah rata-rata guru setiap SMK di Pulau Jawa ada 30 orang.
o data kontinu, yaitu data yang diperoleh dari hasil mengukur, misalkan ratarata
tinggi siswa SMK di DKI Jakarta adalah 160 cm.
Data berdasarkan sifatnya:
o Data kuantitatif, yaitu data yang berupa angka atau bilangan.
o Data kualitatif, yaitu data yang bukan berbentuk angka, melainkan hanya
keterangan, misalkan data tentang jenis kelamin, hobi, agama, dan lain-lain.
Data berdasarkan sumbernya:
o Data internal, yaitu data yang diperoleh dari instansinya sendiri, misalkan untuk
keperluan identitas pegawai suatu perusahaan, diambil data tentang personalia.
o Data eksternal, yaitu data yang diperoleh dari luar instansinya sendiri, misalkan
untuk keperluan tentang perkembangan harga produk suatu perusahaan, data
yang diambil diluar perusahaan dengan tujuan untuk membandingkan harga
produknya.
Data berdasarkan cara memperolehnya:
o Data primer, yaitu data yang dikumpulkan langsung dari objeknya kemudian di
olah sendiri, misalkan ingin mengetahui rata-rata produk sabun yang terpakai
tiap bulan, langsung memberikan wawancara atau memberi kuesioner kepada
masyarakat tertentu.
o Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari data yang sudah dikelola pihak
lain yang sudah dipublikasikan, misalkan dari majalah, Biro Pusat Statistik, dan
lain-lain.
3) Pengumpulan Data
Yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan data adalah terlebih dahulu harus
mengetahui untuk apa data tersebut dikumpulkan. Apakah data tersebut sekadar
untuk mendapatkan gambaran mengenai suatu keadaan/permasalahan atau untuk
memecahkan suatu permasalahan. Apapun tujuan pengumpulan data, terlebih dahulu
harus diketahui jenis elemen atau objek yang akan diselidiki.
Tujuan pengumpulan data selain untuk mengetahui jumlah/banyaknya elemen juga
untuk mengetahui karakteristik dari elemen-elemen tersebut. Karakteristik adalah sifatsifat,
ciri-ciri atau hal-hal yang dimiliki oleh elemen tersebut, yaitu keterangan
mengenai elemen. Misalnya, elemen itu pegawai suatu perusahaan, maka karakteristik
yang perlu diketahui antara lain jenis kelamin, pendidikan, usia masa kerja, gaji,
golongan dan sebagainya. Seringkali data yang dikumpulkan menyebar pada wilayah
yang luas dan sangat variatif, misalnya data tentang penduduk dan biasa disebut
dengan populasi, yakni kumpulan data yang sejenis akan tetapi dapat dibedakan satu
sama lain. Misalnya, seluruh siswa di DKI Jakarta merupakan suatu populasi. Elemen
dari data adalah orang, yaitu siswa di DKI Jakarta. Walaupun jenisnya sama tetapi
karakteristik secara keseluruhan akan berlainan, misalnya siswa sekolah dasar (SD),
SMP, SMA, dan SMK, usia, tempat tinggal, dan sebagainya.
Ada beberapa cara pengumpulan data, antara lain:
a. Penelitian langsung di lapangan atau laboratorium
Penelitian di lapangan biasanya disebut dengan observasi atau pengamatan
merupakan teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan terhadap objek, baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya penelitian terhadap situs-situs purbakala dan penelitian di dalam laboratorium. Pelaksanaan pengamatan
dapat dilakukan dengan:
Pengamatan langsung, yaitu pengamatan yang dilakukan tanpa perantara
(secara langsung) terhadap objek yang diteliti.
Pengamatan tak langsung, yaitu pengamatan yang dilakukan terhadap objek
melalui perantaraan suatu alat atau cara.
Pengamatan partisipasif, yaitu pengamatan yang dilakukan dengan cara ikut
ambil bagian atau melibatkan diri dalam situasi yang dialami oleh responden.
Cara ini banyak dilakukan terutama dalam penelitian psikologi, sosiologi
maupun antropologi.
b. Interview (wawancara)
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan tanya jawab,
baik secara langsung maupun tidak langsung dengan responden. Pada wawancara
langsung, peneliti mengadakan tatap muka langsung dengan responden,
sedangkan pada wawancara tidak langsung, peneliti mewawancarai perantara yang
tahu persis tentang objek yang diteliti.
c. Kuesioner (Angket)
Angket dapat dipandang sebagai teknik pengumpulan data yang banyak
kesamaannya dengan wawancara. Perbedaannya adalah wawancara dilakukan
secara lisan, sedangkan angket dilakukan secara tertulis. Bentuk penyusunan
angket ada dua macam, yaitu:
Angket berstruktur, yaitu angket yang menyediakan kemungkinan jawaban.
Angket tak berstruktur, yaitu angket yang tidak menyediakan kemungkinan jawaban.
Menjelaskan pengertian dan kegunaan statistika
Membedakan pengertian populasi dan sampel
Menyebutkan macam-macam data dan memberi contohnya
b. Uraian Materi
1). Pengertian dan Kegunaan Statistika
Statistika banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pernyataan-pernyataan
seperti: pada bulan maret tahun 2006 terjadi kecelakaan di jalan tol Jagorawi
sebanyak 15 kali, dengan korban meninggal dunia sebanyak 6 orang dan lainnya luka luka. Ada sekitar 20 % usia produktif penduduk Indonesia menganggur, setiap 20 detik
sebuah perusahaan sepeda motor menghasilkan satu produk dan sebagainya, yang
sering kita dengar, baik dari media elektronik maupun dari media cetak. Instansi
terkait menggunakan statistika untuk menilai progress dari perusahaannya dimasa lalu
dan juga dapat membuat rencana untuk masa yang akan datang.
Demikian pentingnya peranan statistika dalam kehidupan ini, baik dalam kegiatan
pemerintahan, perusahaan maupun dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita juga
perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan statistika tersebut.
Untuk keperluan praktis statistika dapat diartikan sebagai berikut:
a. Dalam arti sempit, statistika berarti statistik yang berarti sekumpulan data.
Misalnya statistik tentang penduduk, yang dimaksudkan adalah data atau
keterangan berbentuk angka ringkasan mengenai penduduk (jumlahnya, rata-rata
umur, distribusinya, jumlah balita, jumlah angkatan kerja, jumlah usia sekolah,
distribusi pekerjaan dan sebagainya).
b. Dalam arti luas, statistika berarti pengetahuan yang berhubungan dengan
pengumpulan data , penyajian data , pengolahan data, penarikan kesimpulan dan
pengambilan keputusan secara logis dan rasional tentang data tersebut.
Karena begitu panjang kegiatan dalam ilmu statistika tersebut, maka dalam
pembahasannya Statistika dibagi menjadi 2, yaitu:
a. Statistika Deskriptif/Deduktif adalah statistika yang kegiatannya dimulai dari
pengumpulan sampai pada analisis data yang paling sederhana, bersifat memberi
gambaran suatu data apa adanya dan meringkas data agar mudah dibaca.
b. Statistika Inferensial/Induktif adalah statistika yang kegiatannya dimulai dari
pengumpulan data sampai pada pengambilan kesimpulan secara logis dan
rasional. Statistika ini dilakukan untuk menentukan kebijakan atau penelitian.
Kegunaan Statistika secara umum antara lain sebagai berikut:
Memberikan cara mencatat data secara sistematis.
Memberi petunjuk pada penelitian supaya berpola pikir dan bekerja secara pasti
dan mantap.
Dapat meringkas data dalam bentuk yang mudah dianalisis.
Alat untuk memprediksi secara ilmiah dari suatu kejadian yang akan datang.
Dapat menyelesaikan suatu gejala sebab akibat yang rumit.
Seorang pemimpin perusahaan mengambil manfaat dari statistika untuk melakukan
tindakan-tindakan yang perlu dalam menjalankan tugasnya, diantaranya: perlukah
mengangkat pegawai baru, sudah waktunyakah untuk merevitalisasi mesin-mesin yang
ada, bermanfaatkah jika pegawai yang ada ditraining, berapa banyak produk yang
diproduksi dan yang dapat diserap oleh pasar, berapa barang harus diproduksi pada
tahun yang akan datang guna memenuhi kebutuhan konsumennya dan sebagainya.
Jika dikaitkan dengan masalah manajemen, statistika dapat dipergunakan sebagai
berikut:
a. Dasar suatu perencanaan, agar perencanaan sesuai dengan kemampuan yang
ada, sehingga dapat menghindari perencanaan yang ambisius yang menyebabkan
tidak mudah untuk dilaksanakan.
b. Alat pengendali terhadap pelaksanaan atau implementasi perencanaan sehingga
dapat diketahui sesegera mungkin terhadap kesalahan atau penyimpangan yang
terjadi dan dapat segera diperbaiki atau dikoreksi.
c. Dasar evaluasi hasil kerja akhir. Apakah hasil kerja yang telah ditargetkan dapat
tercapai sesuai dengan rencana? Berapa persenkah ketercapaiannya? Hambatanhambatan
apa yang muncul dalam pelaksanaan rencana tersebut?
2). Data Statistika
Data adalah sekumpulan keterangan yang dapat menjelaskan sesuatu hal. Tidak
mungkin ada kegiatan statistika tanpa adanya data. Data tidak memiliki arti yang
signifikan tanpa adanya kegiatan statistika. Oleh karena itu pada kegiatan statistika
mulai dari pengumpulan data sampai pada pengambilan kesimpulan secara logis dan
rasional membutuhkan data yang baik.
Syarat-syarat data yang baik, yang dapat menganalisis untuk mendapatkan kesimpulan
yang valid, adalah sebagai berikut:
Data harus objektif, yaitu data harus apa adanya dan tidak adanya rekayasa.
Data harus representatif, yaitu data harus dapat mewakili dari keseluruhan objek
pengamatan.
Data harus reliabel, yaitu data yang memiliki kesalahan baku relatif kecil, sehingga
jika membuat suatu perkiraan selisih antara perkiraan dengan sebenarnya sangat
kecil.
Data harus relevan, yaitu data harus sesuai dengan penelitian yang dikehendaki.
Data harus uptodate, yaitu data yang digunakan harus data terbaru/terkini.
Sebelum pengumpulan data, seorang peneliti harus menentukan dahulu apakah data
dalam bentuk populasi, yaitu keseluruhan data yang akan diteliti, atau data dalam
bentuk sampel. Hal ini tergantung dari maksud dan tujuan dari penelitian tersebut.
Untuk keperluan praktis, pengumpulan data biasanya dilakukan dengan cara
pengambilan sebagian dari populasi yang dikenal dengan sampel. Sampling adalah
cara pengumpulan data. Data yang diperoleh hasil sampling merupakan data perkiraan
(estimate value). Jadi, misalnya dari 200 SMK di DKI Jakarta akan diteliti hanya 20
sekolah yang sama, maka hasil penelitian terhadap 20 sekolah tersebut merupakan
suatu perkiraan.
Untuk keperluan penelitian yang variatif, dibutuhkan juga data yang variatif sehingga
dapat menunjang dari hasil penelitian tersebut. Untuk itu data dibedakan beberapa
macam antara lain:
Data menurut penyajiannya, terbagi menjadi:
o Data tunggal, yaitu data yang disajikan satu per satu.
o Data kelompok, yaitu data yang disajikan berdasarkan interval tertentu
(dikelompok-kelompokkan)
Data berdasarkan pengukurannya, terbagi menjadi:
o Data diskrit, yaitu data yang diperoleh dari hasil menghitung, misalkan
jumlah rata-rata guru setiap SMK di Pulau Jawa ada 30 orang.
o data kontinu, yaitu data yang diperoleh dari hasil mengukur, misalkan ratarata
tinggi siswa SMK di DKI Jakarta adalah 160 cm.
Data berdasarkan sifatnya:
o Data kuantitatif, yaitu data yang berupa angka atau bilangan.
o Data kualitatif, yaitu data yang bukan berbentuk angka, melainkan hanya
keterangan, misalkan data tentang jenis kelamin, hobi, agama, dan lain-lain.
Data berdasarkan sumbernya:
o Data internal, yaitu data yang diperoleh dari instansinya sendiri, misalkan untuk
keperluan identitas pegawai suatu perusahaan, diambil data tentang personalia.
o Data eksternal, yaitu data yang diperoleh dari luar instansinya sendiri, misalkan
untuk keperluan tentang perkembangan harga produk suatu perusahaan, data
yang diambil diluar perusahaan dengan tujuan untuk membandingkan harga
produknya.
Data berdasarkan cara memperolehnya:
o Data primer, yaitu data yang dikumpulkan langsung dari objeknya kemudian di
olah sendiri, misalkan ingin mengetahui rata-rata produk sabun yang terpakai
tiap bulan, langsung memberikan wawancara atau memberi kuesioner kepada
masyarakat tertentu.
o Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari data yang sudah dikelola pihak
lain yang sudah dipublikasikan, misalkan dari majalah, Biro Pusat Statistik, dan
lain-lain.
3) Pengumpulan Data
Yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan data adalah terlebih dahulu harus
mengetahui untuk apa data tersebut dikumpulkan. Apakah data tersebut sekadar
untuk mendapatkan gambaran mengenai suatu keadaan/permasalahan atau untuk
memecahkan suatu permasalahan. Apapun tujuan pengumpulan data, terlebih dahulu
harus diketahui jenis elemen atau objek yang akan diselidiki.
Tujuan pengumpulan data selain untuk mengetahui jumlah/banyaknya elemen juga
untuk mengetahui karakteristik dari elemen-elemen tersebut. Karakteristik adalah sifatsifat,
ciri-ciri atau hal-hal yang dimiliki oleh elemen tersebut, yaitu keterangan
mengenai elemen. Misalnya, elemen itu pegawai suatu perusahaan, maka karakteristik
yang perlu diketahui antara lain jenis kelamin, pendidikan, usia masa kerja, gaji,
golongan dan sebagainya. Seringkali data yang dikumpulkan menyebar pada wilayah
yang luas dan sangat variatif, misalnya data tentang penduduk dan biasa disebut
dengan populasi, yakni kumpulan data yang sejenis akan tetapi dapat dibedakan satu
sama lain. Misalnya, seluruh siswa di DKI Jakarta merupakan suatu populasi. Elemen
dari data adalah orang, yaitu siswa di DKI Jakarta. Walaupun jenisnya sama tetapi
karakteristik secara keseluruhan akan berlainan, misalnya siswa sekolah dasar (SD),
SMP, SMA, dan SMK, usia, tempat tinggal, dan sebagainya.
Ada beberapa cara pengumpulan data, antara lain:
a. Penelitian langsung di lapangan atau laboratorium
Penelitian di lapangan biasanya disebut dengan observasi atau pengamatan
merupakan teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan terhadap objek, baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya penelitian terhadap situs-situs purbakala dan penelitian di dalam laboratorium. Pelaksanaan pengamatan
dapat dilakukan dengan:
Pengamatan langsung, yaitu pengamatan yang dilakukan tanpa perantara
(secara langsung) terhadap objek yang diteliti.
Pengamatan tak langsung, yaitu pengamatan yang dilakukan terhadap objek
melalui perantaraan suatu alat atau cara.
Pengamatan partisipasif, yaitu pengamatan yang dilakukan dengan cara ikut
ambil bagian atau melibatkan diri dalam situasi yang dialami oleh responden.
Cara ini banyak dilakukan terutama dalam penelitian psikologi, sosiologi
maupun antropologi.
b. Interview (wawancara)
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan tanya jawab,
baik secara langsung maupun tidak langsung dengan responden. Pada wawancara
langsung, peneliti mengadakan tatap muka langsung dengan responden,
sedangkan pada wawancara tidak langsung, peneliti mewawancarai perantara yang
tahu persis tentang objek yang diteliti.
c. Kuesioner (Angket)
Angket dapat dipandang sebagai teknik pengumpulan data yang banyak
kesamaannya dengan wawancara. Perbedaannya adalah wawancara dilakukan
secara lisan, sedangkan angket dilakukan secara tertulis. Bentuk penyusunan
angket ada dua macam, yaitu:
Angket berstruktur, yaitu angket yang menyediakan kemungkinan jawaban.
Angket tak berstruktur, yaitu angket yang tidak menyediakan kemungkinan jawaban.
No comments:
Post a Comment