Showing posts with label savety kids. Show all posts
Showing posts with label savety kids. Show all posts

Cara Mengkonfigurasi VOIP di Cisco Paket Tricer

Voice over IP (VoIP) mendefinisikan cara untuk melakukan panggilan suara melalui jaringan IP termasuk digitalisasi dan paketisasi aliran suara. IP Telephony menggunakan standar VoIP untuk menciptakan sistem teleponi dimana fitur tingkat tinggi seperti routing panggilan lanjut, voice mail, contact center, dll, dapat dimanfaatkan.

Disini kita akan mencoba praktek VOIP menggunakan Cisco packet Tracer, dengan topologi seperti dibawah, gunakan lah router tipe 2811 pada Cisco Packet Tracer


Konfigurasi IP Address pada R1 :
R1>enable
R1#configure terminal
R1(config)#int fa0/0
R1(config-if)#no sh
R1(config-if)#int fa 0/0.10
R1(config-subif)#encapsulation dot1q 10
R1(config-subif)#ip address 192.168.88.1 255.255.255.0
int fa 0/0.10 : membuat sub interface dibawah fa 0/0

encapsulation dot1q 10 : menjadikan interface fa 0/0.10 menjadi interface VLAN dalam hal ini Vlan 10

Konfigurasi DHCP pada R1 :

R1(config-subif)#ip dhcp pool untukvoip
R1(dhcp-config)#network 192.168.88.0 255.255.255.0
R1(dhcp-config)#default-router 192.168.88.1
R1(dhcp-config)#option 150 ip 192.168.88.1
option 150 maksudnya adalah ip TFTP Server, TFTP Server  itu server yang menyimpan konfigurasi dalam hal ini yang menyman konfigurasi dial-number adalah R1 maka command nya option 150 ip 192.168.88.1, dengan 192.168.88.1 adalah IP R1

Konfigurasi Telphony Service pada R1 :

R1(dhcp-config)#telephony-service
R1(config-telephony)#ip source-address 192.168.88.1 port 2000
R1(config-telephony)#max-dn 3
R1(config-telephony)#max-ephone 3
R1(config-telephony)#auto assign 1 to 3
R1(config-telephony)#ephone-dn 1
R1(config-ephone-dn)#number 1001
R1(config-ephone-dn)#ephone-dn 2
R1(config-ephone-dn)#number 1002
R1(config-ephone-dn)#ephone-dn 3
R1(config-ephone-dn)#number 1003
ip source address : perintah untuk membuat sumber telephony service
max-dn : maksimal dial number/nomor telepon nya
max-ephone: maksimal IP_Phone atau perangkat voip yang dapat didaftarkan
auto assign :  command untuk memberikan dial-number secara automatis kepada IP_Phone atau perangkat VOIP lainya

Konfigurasi pada SW1

SW1>enable
SW1#conf t
SW1(config)#vlan 10
SW1(config-vlan)#int fa 0/1
SW1(config-if)#switchport mode trunk
SW1(config-if)#int range fa 0/2-4
Sw1(config-if)#switchport voice vlan 10

Pastikan semua IP_PHONE sudah mendapat nomer telepon masing 2, jika belum coba periksa kembali konfigurasi diatas




Untuk mengetest lakukan lah panggilan, Untuk melakukan panggilan dari IP Phone, klik pada salah satu IP Phone, kemudian buka mode GUI dan masukan nomor telepon yang dituju dan tekan enter atau klik pada gagang telpon dan telpon dengan nomor yang dituju akan mulai menyala dan berdering

spacer

How to Restore Deleted Files on a Computer

Hasil gambar untuk Cara Mengembalikan File yang Terhapus di Komputer Kehilangan file penting di komputer memang bisa membuat Anda panik. Tapi Anda bisa mengatasi itu. Ada banyak sekali cara mengembalikan file yang terhapus. Pada artikel kali ini kami akan memberikan beberapa diantaranya.
Namun, sebelum kami benar-benar memberikan beberapa alternatif cara backup data terhapus, mari ketahui terlebih dulu apa yang sebenarnya terjadi ketika Anda tak dapat menemukan file Anda di komputer.

Ke Mana Perginya File Saya?

Anda mungkin bingung soal bagaimana bisa file Anda hilang. Entah Anda tak sengaja menghapusnya atau bisa jadi ada serangan virus yang membuat file Anda hilang begitu saja. Kami akan berusaha menjelaskannya. Pada dasarnya kalaupun Anda tak sengaja menghapus data Anda di komputer, file itu tidak pergi ke tempat yang tak jelas.
Misal, Anda menggunakan program Windows. Anda bisa melihat ke keranjang sampah yang biasa disebut juga sebagai Recycle Bin. Seringnya, kalau masih dalam jangka waktu yang tak terlalu lama, Anda masih bisa menemukan file yang di-delete tadi dalam Recycle Bin. Tapi bila Anda sudah tak bisa lagi menemukannya di Recycle Bin, Anda mungkin kebingungan ke mana lagi perginya file Anda. Berikut adalah penjelasan sederhananya!
Jadi, file yang Anda cari itu dipindahkan oleh perangkat komputer Anda ke satu tempat yang itu adalah didalam hardisk Anda. Jadi dengan begitu komputer Anda sebenarnya masih bisa membaca file yang dicari itu. Nah, berikutnya kalau ada file baru yang terhapus permanen di Recycle Bin memakan space hardisk, maka barulah file yang sebelumnya itu benar-benar hilang atau tidak bisa dikembalikan lagi.
Inilah yang bisa jadi harapan Anda, semoga file yang Anda butuhkan itu tidak tersingkir karena keterbatasan space hardisk komputer.

Langkah Pertama, Cara Backup Konvensional

Jika Anda sudah membaca part penjelasan kami sebelumnya, Anda pasti sudah mengerti kalau cara konvensional yang satu ini adalah langkah paling pertama yang harus Anda lakukan.
Anda bisa pergi ke keranjang sampah di perangkat komputer Anda. Berikut adalah rincian langkah demi langkahnya:
  • Klik icon atau gambar keranjang sampah yang ada di desktop Anda
  • Cari file yang Anda butuhkan, coba ingat-ingat nama file-nya dan ketik di kolom Search
  • Kalau sudah ketemu, coba klik kanan kemudian klik opsi “Restore” untuk mengembalikan file-nya itu
Kalau memang beberapa langkah di atas sudah dilakukan, Windows akan otomatis mengembalikan file yang tadinya terhapus tersebut ke tempat di mana Anda menaruhnya semula. Langkah pertama ini sangat mudah dilakukan tapi tantangannya adalah Anda kemudian harus mengingat-ingat di mana tadinya Anda menaruh file itu.
Soal mengakses Recycle Bin, kalau Anda memang tidak bisa ketemu di desktop, Anda mungkin sebelumnya tak sengaja menyembunyikannya. Kalau hal ini terjadi, ya Anda tinggal klik kanan pada area manapun di desktop Anda kemudian klik kanan. Setelah klik kanan coba klik opsi “Show and Hide” kemudian nanti bakal muncul tanda centang disamping kata-kata opsi tersebut. Otomatis, setelah langkah itu, Recycle Bin Anda kembali ke desktop seperti semula.
Ada satu cara konvensional lagi yang bisa Anda lakukan. Cara itu adalah dengan mengecek hard drive backup Anda. Para pengguna komputer maupun laptop yang punya file-file penting biasanya punya hard disk yang satu itu. Jadi, kalau terjadi kehilangan data atau data lost, Anda tidak usah repot mencari-cari filenya. Tinggal akses hard drive backup yang dimiliki.
Jika semua cara konvensional itu tidak berhasil mengembalikan data Anda, coba baca cara yang akan kami berikan berikutnya!

Langkah Kedua, Menggunakan Software Gratis Semacam Recuva

Sebenarnya ada banya software gratis lain yang bisa Anda gunakan untuk mengembalikan data yang sudah terhapus dari komputer Anda. Namun kali ini kami akan memberi panduan bagi software yang sudah populer untuk backup yaitu Recuva!
  1. Download Recuva pakai komputer Anda!
  2. Coba klik kanan kemudian tekan/klik terus (tahan) supaya Anda bisa lakukan ‘extract’.
  3. Setelah Anda sudah mengekstraknya, silakan buka folder Recuva yang ada dan pilih opsi yang memang sesuai dengan spesifikasi komputer Anda. Recuva.exe ini merupakan file buat komputer yang pakai sistem 32-bit. Sementara itu yang Recuva64.exe buat komputer yang dijalankan dengan sistem 64-bit.
  4. Kemudian, Recuva bisa dibuka lewat Wizard. Ikutilah seluruh langkah-langkah (step) yang diajukan oleh Wizard. Kemudian barulah Anda buka Recuva dengan cara klik opsi bertulisan “Next.”
  5. Jika sudah, Recuva bisa memberikan pilihan soal tipe file yang Anda mau kembalikan, Coba Anda klik opsi bertulisan “All Files”. Nah jika Anda pilih opsi itu maka Anda bisa kembalikan semua jenis file, mulai dari email, foto, video, dan semua jenis yang lain-lainnya.
  6. Klik opsi bertulisan “Next”.
  7. Pada langkah berikutnya, Recuva akan meminta lokasi atau tempat penyimpanan file hilang yang Anda cari. Jika memang Anda lupa, Anda pilih opsi “I am not sure.” Namun, jika Anda ingat tempat penyimpanan sebelumnya, klik opsi “In a specific location” kemudian browse tempat file yang hilang itu. Setelahnya, klik lagi “Next.”
  8. Klik “Start” dan tunggu proses instalasinya yang sedang berlangsung.
  9. Akan muncul menu “Welcome to the Recuva Wizard”, program ini akan membujuk Anda untuk menginstall aplikasi lain bernama CCleaner. Jika memang tidak butuh dan tidak mau install CCleaner atau aplikasi lainnya yang ditawarkan itu, hapus saja semua centang pada kolom yang di menu.
  10. Sekarang coba buka Recuva Wizard dari komputer Anda, lalu pilih jenis file apa yang mau Anda kembalikan nantinya, apakah itu file berupa gambar atau video atau lainnya. Lalu klik “Next”.
  11. Sekarang coba tentukan tempat penyimpanan file yang terhapus itu supaya Anda bisa mempercepat proses pencarian file hilang yang Anda cari.
  12. Kalau sudah yakin tempatnya klik “Next”. Kalau tidak coba klik “I’m Not Sure”. Ini bisa bantu Recuva dalam menyortir file di seluruh lokasi komputer walau ya memang  perlu waktu yang cukup lama.
  13. Untuk memulai proses pencariannya, coba centang di kolom sebelah opsi bertulisan “Enable Deep Scan”, dan klik “Start”. Di sini bakal makan waktu lebih lama lagi, tapi Anda harus bersabar supaya file Anda bisa dicari oleh Recuva.
  14. Kalau sudah muncul semua hasil sortir, pilih saja langsung file mana yang ingin Anda kembalikan. Caranya centang kolom di file-file yang mau dikembalikan. Terakhir coba klik kanan dan pilih opsi bertulisan “Recover Highlited”, akhiri dengan klik opsi bertulisan “Recover”.

Simpulan

Dengan membaca artikel ini, Anda jadi mengetahui bagaimana cara mengembalikan file yang terhapus di komputer Anda. Apakah Anda terbantu? Sampaikan pertanyaan di kolom komentar jika Anda mengalami kendala.
Sebagai provider hosting berkualitas di Indonesia, kami berkomitmen untuk membantu Anda sukses secara online, seperti Berlitz di video Dewaweb berikut  ini:

Di era digital ini, ada banyak sekali cara yang bisa Anda lakukan untuk sukses mengembangkan bisnis, terutama melalui website. Jangan ragu untuk subscribe email dan mendapatkan konten-konten bermanfaat kami lainnya. Selamat berusaha ya, semoga berhasil!
spacer

Penjelasan Uniform Resource Locator (URL)

 
Hasil gambar untuk Uniform resource locator (URL)Sebuah uniform resource locator, disingkat URL, juga dikenal sebagai alamat web, adalah spesifik karakter string yang merupakan referensi ke sumber daya. Dalam kebanyakan browser web , URL dari halaman web ditampilkan di atas dalam sebuah address bar . Sebuah contoh dari URL khas akan "http://en.example.org/wiki/Main_Page". Sebuah URL secara teknis jenis uniform resource identifier (URI), tetapi dalam banyak dokumen teknis dan diskusi verbal, URL sering digunakan sebagai sinonim untuk URI, dan ini tidak dianggap masalah.

 
Sejarah
The Uniform Resource Locator adalah standar pada tahun 1994 oleh Tim Berners-Lee dan kelompok kerja URI dari Internet Engineering Task Force (IETF) sebagai hasil dari kolaborasi dimulai pada Dokumen IETF Living "Burung Feather sebuah" sesi pada tahun 1992. Format ini menggabungkan sistem pra-ada nama domain (diciptakan pada tahun 1985) dengan path file sintaks, di mana garis miring digunakan untuk memisahkan direktori dan berkas nama. Konvensi sudah ada di mana nama server bisa prepended untuk menyelesaikan path file, didahului oleh dua garis miring (/ /).

Berners-Lee kemudian menyesali penggunaan titik untuk memisahkan bagian-bagian dari nama domain dalam URI , berharap dia telah menggunakan garis miring seluruh. Sebagai contoh, http://www.example.com/path/to/name akan telah ditulis http:com/example/www/path/to/name. Berners-Lee juga mengatakan bahwa, mengingat usus mengikuti skema URI , dua garis miring sebelum nama domain juga tidak perlu.

Sintaks
Setiap URL terdiri dari:
- dengan nama skema (biasa disebut protocol), maka
- usus, dua garis miring, kemudian
- host, biasanya diberikan sebagai nama domain  tapi kadang-kadang sebagai literal alamat IP , maka
- opsional nomor port , maka
- path lengkap dari sumber daya

Skema ini mengatakan bagaimana menghubungkan, host menentukan di mana untuk menghubungkan, dan sisanya menentukan apa yang harus meminta.

Untuk program-program seperti Common Gateway Interface (CGI) script , ini diikuti oleh string kueri ,  dan opsional fragmen identifier .
Perintahnya adalah:
skema :/ / domain:? pelabuhan / path QUERY_STRING # fragment_id
- Nama skema mendefinisikan namespace, tujuan, dan sintaks dari sisa bagian dari URL. Software akan mencoba untuk memproses URL sesuai dengan skema dan konteks. Sebagai contoh, sebuah web browser biasanya akan dereference URL http://example.org:80  dengan melakukan HTTP request ke host di example.org, menggunakan nomor port 80. URL mailto: bob@example.com dapat memulai e-mail komposer dengan alamat bob@example.com di kolom Ke.
Contoh lain dari nama skema termasuk https , gopher , wais , ftp . URL dengan https sebagai skema (seperti https://example.com/) mengharuskan permintaan dan tanggapan akan dilakukan melalui koneksi yang aman ke situs web. Beberapa skema yang memerlukan otentikasi memungkinkan nama pengguna, kata sandi dan mungkin juga, untuk dimasukkan dalam URL, misalnya  ftp://asmith @ ftp.example.org.  Sandi tertanam dengan cara ini tidak kondusif untuk keamanan, tapi mungkin sintaks penuh  
skema :/ / username: password @ domain:? pelabuhan / path QUERY_STRING # fragment_idN
- Nama domain atau alamat IP numerik literal memberikan lokasi tujuan untuk URL. Sebuah alamat IPv6 numerik literal dapat diberikan, namun harus diapit [] misalnya [db8: 0cec :: 99:123 a].
- Domain google.com, atau IP address numerik 72.14.207.99, adalah alamat website Google.
domain name sebagian dari URL tidak peka karena DNS mengabaikan kasus:
http://en.example.org/ dan HTTP :/ / EN.EXAMPLE.ORG /  baik membuka halaman yang sama.
- Nomor port, diberikan dalam desimal, adalah opsional, jika dihilangkan, default untuk skema yang digunakan.
Misalnya, http://vnc.example.com:5800 terhubung ke port 5800 dari vnc.example.com, yang mungkin sesuai untuk VNC sesi remote control. Jika nomor port dihilangkan untuk http:URL, browser akan terhubung pada port 80, port HTTP default. Port default untuk https:request adalah 443.
- Jalan ini digunakan untuk menentukan dan mungkin menemukan sumber daya yang diminta. Ini adalah case-sensitive,  meskipun mungkin diperlakukan sebagai case-sensitive oleh beberapa server, terutama yang berbasis pada Microsoft Windows .
Jika server adalah kasus sensitif dan  http://en.example.org/wiki/URL benar, maka http://en.example.org/WIKI/URL atau http://en.example.org/wiki/ url akan menampilkan HTTP 404 halaman kesalahan, kecuali URL tersebut mengarah ke sumber yang valid sendiri.
- String kueri berisi data yang akan diteruskan ke perangkat lunak yang berjalan pada server . Ini mungkin berisi pasangan nama / nilai dipisahkan oleh ampersands, misalnya
? First_name = Qowiyyul Bushomi & last_name =.
- Fragmen identifier , jika ada, menentukan bagian atau posisi dalam sumber daya secara keseluruhan atau dokumen.
Bila digunakan dengan HTML, biasanya menentukan bagian atau lokasi di dalam halaman, dan digunakan dalam kombinasi dengan Jangkar Tags browser menggulir untuk menampilkan bagian halaman.
spacer

Cara Mengatasi Startup Repair Gagal pada Windows

Hasil gambar untuk Cara Mengatasi Startup Repair Gagal pada Windows Paling Mudah
Fungsi operas sistem pada seperangkat komputer atau laptop, sangat penting. Setiap  jenis sistem operasi komputer memiliki karakteristik tertentu, dengan kelebihan dan kekurangannya. Untuk sistem operasi Windows, dilengkapi dengan fitur startup repair. Beberapa Ketika ada file yang tidak beres pada windows, maka windows akan otomatis berada pada menu startup repair. Startup repair adalah fitur yang disediakan windows untuk memperbaiki diri. Jika laptop anda dalam mode ini, maka yang harus dilakukan adalah menunggu hingga windows normal kembali. Proses ini biasanya memakan waktu 10 hingga 20 menit.
Tapi tidak semua proses startup repair bisa memperbaiki windows (walaupun fungsinya memang memperbaiki windows). Ada banyak kegagalan pada saat proses startup repair ini. Setelah anda menunggu sangat lama, proses startup repair tak segera berakhir, maka bisa dikatakan proses ini gagal. Atau mungkin ada pesan di laptop anda “Startup repair has tried several times but still cannot determine the cause of the problem” atau “Startup repair cannot repair this computer automatically”. Ini berarti memang telah terjadi masalah saat proses startup repair.
Berikut ini Cara Mengatasi Startup Repair Gagal :
a. Restart komputer
Ini adalah salah satu cara termudah yang bisa anda lakukan. Bisa saja startup repair terjadi karena kesalahan sesaat atau kebetulan saja. Anda bisa memeriksanya dengan cara restart laptop dengan keyboard, atau bisa dengan cara di bawah ini :
  1. Tekan tombol power lama, hingga laptop anda mati.
  2. Diamkan dulu beberapa saat. Kurang lebih 10 menit.
  3. Nyalakan laptop anda kembali.
  4. Jika tidak ada masalah, windows akan muncul dan kembali normal.
b. Menjalankan Last Known Good Configuration (LKGC)
  1. Restart laptop anda, kemudian masuk ke Advanced Option Menu. Jika anda pengguna windows 8, sebaiknya membaca dulu tentang Startup Settingnya, dan pilihlah opsi repair yang tersedia.
  2. Pilihlah menu Last Known Good Configuration. Jangan lupa membaca keterangan yang ada di situ.
  3. Laptop anda akan booting sendirinya setelah anda memilik LKGC. Setelah berhasil, laptop akan kembali ke keadaan sebelum bermasalah.
c. Melalui Sytem Restore
System Restore adalah menu andalan ketika laptop tidak bisa masuk ke windows. Ini juga bisa anda manfaatkan untuk mengatasi startup repair yang gagal.
  1. Jika startup repair gagal dan muncul sebuah pesan yang menyuruh anda memilih send or don’t send, pilihlah don;t send.
  2. Akan ada gambar baru yang muncul dengan tiga pilihan. Pilih view diagnotic and repair details. Kemudian muncul history diagnosa dan repair yang telah dilakukan oleh windows.
  3. Scroll terus dan periksalah keadaan windows anda melalui menu tersebut. Jika tidak ada masalah, anda bisa close kembali.
  4. Kita kembali ke langkah nomor 2. Sekarang ganti pilih yang kedua, yaitu View advanced options for system recovery and support.
  5. Akan muncul menu System Recovery Options. Tapi sebelumnya jika muncul beberapa notif, klik next, isi password, dan klik OK.
  6. Pada System Recovery options, klik System Restore.
  7. Laptop anda kini sedang restoring keadaan windows sebelum terjadi startup repair.
  8. Langkah terakhir adalah restar laptop anda, maka windows akan kembali normal.
Itulah beberapa Cara Mengatasi Startup Repair Gagal. Setelah melakukan cara di atas namun tetap tidak berhasil, bisa dilakukan pilihan lain saat masuk ke System Restore. Anda juga bisa mencoba menjalankan SFC jika startup repair tetap gagal.
spacer

Chatting Klien Server C++

server klien mengirim beberapa pesan tetapi tidak bekerja dengan komputer yang berbeda. 
What I have tried:

Client.cpp

#include<iostream>
#include<string.h>
#include
#include
#include
#include
#include<stdlib.h>
#include<unistd.h>
#include<netdb.h>
using namespace std;

#define IP "192.168.56.1"
int main(){
     int client,server;
    int portNum=1500;
    bool isExit=false;
    int bufsize=1024;
    char buffer[bufsize];

   // char *ip= "192.168.1.101";
     struct sockaddr_in server_addr;
     client=socket(AF_INET,SOCK_STREAM,0);
     
     if(client<0){
        cout<< "Error createing socket." <<endl;
        exit(1);
        
        }
        
         cout<< "Client Socket created." <<endl;
        server_addr.sin_family=AF_INET;
        
     server_addr.sin_addr.s_addr = inet_addr(IP);
        server_addr.sin_port=htons(portNum);
        if (connect(client,(struct sockaddr *)&server_addr, sizeof(server_addr)) == 0)
        cout << "=> Connection to the server " << inet_ntoa(server_addr.sin_addr) << " with port number: " << portNum << endl; 
             recv(client,buffer,bufsize,0);
             cout<< "Connection confirmed." <<endl;
            cout<< "Enter # to end the connection." <<endl;
            
            do{
                 cout<< "Client:" << " " ;
                 do{
                     cin >> buffer;
                send(client,buffer,bufsize,0);
                 if(*buffer=='#'){
                                send(client,buffer,bufsize,0);
                                *buffer='*';
                                isExit=true;
                                }
                 }while(*buffer != 42);
                  cout<< "Server:  " << " " ;
                   do{
                                 recv(client,buffer,bufsize,0);
                                   cout<< buffer << " ";
                                    if(*buffer=='#'){
                                        *buffer='*';
                                        isExit=true; 
                                        
                                        }
                   }while(*buffer != 42);
                   cout << endl;
            }while(!isExit);
              cout<< "Connection terminated." <<endl; 
                close(client);
                return 0;
    }

Server.cpp

#include<iostream>
#include<string.h>
#include
#include
#include
#include<stdlib.h>
#include<unistd.h>
#include

#define IP "127.0.0.1"

using namespace std;
int main(){
    
    int client,server;
    int portNum=1500;
    bool isExit=false;
    int bufsize=1024;
    char buffer[bufsize];
    struct sockaddr_in server_addr;
    socklen_t size;
    client=socket(AF_INET,SOCK_STREAM,0);
    if(client<0){
        cout<< "Error establishing connection." <<endl;
        exit(1);
        
        }
        cout<< "Server Socket connection created." <<endl;
        server_addr.sin_family=AF_INET;
        server_addr.sin_addr.s_addr = htons(INADDR_ANY);
        server_addr.sin_port= htons(portNum);
        
        //binding socket
        
        if(bind(client, (struct sockaddr*)&server_addr,sizeof(server_addr))<0){
             cout<< "Error binding socket." <<endl;
             exit(1);
            }
            size=sizeof(server_addr);
            cout<< "Looking for clients" <<endl;
        //listening socket
        
            listen(client,1);
        //accept client
        
            server = accept(client,(struct sockaddr*)&server_addr,&size);
            if(server<0){
                cout<< "Error on accepting." <<endl;
             exit(1);
                
                }
                
                while(server>0){
                    
                    strcpy(buffer,"Server connected..\n");
                    send(server,buffer,bufsize,0);
                    cout<< "Connected with client." <<endl;
                    cout<< "Enter # to end the connection." <<endl;
                    cout<< "Client: " << " " ;
                    
                     do{
                        recv(server,buffer,bufsize,0);
                        cout<< buffer << " ";
                        if(*buffer=='#'){
                            *buffer='*';
                            isExit=true;
                            }
                        }while(*buffer!= '*');
                          
                       
                        do{
                            cout << "\nServer:" <<  " ";
                            do{
                                cin>>buffer;
                                send(server,buffer,bufsize,0);
                                 if(*buffer=='#'){
                                send(server,buffer,bufsize,0);
                                *buffer='*';
                                isExit=true;
                                }
                            }while(*buffer != '*');
                            
                             cout<< "Client:  " << " " ;
                             do{
                                 recv(server,buffer,bufsize,0);
                                   cout<< buffer << " ";
                                    if(*buffer=='#'){
                                        *buffer='*';
                                        isExit=true; 
                                        
                                        }
                                 }while(*buffer != '*');
                            
                        }while(!isExit);
                 cout<< "Connection terminated." <<endl; 
                 isExit=false;
                 exit(1) ;
             }
close(client);
return 0;     
                            
    }
spacer